meter di dalam rumahnya yang ambruk akibat
longsor di Kampung Sirna Galih, Desa Sukajaya,
Sukabumi, Jawa Barat
< s p a n c l a s s = " f u l l p o s t " >
Berdasarkan keterangan yang dihimpun,
longsor terjadi setelah rembesan air hujan
mengikis dinding tebing setinggi 30 meter pada
Minggu (15/5/2011) malam. Bongkahan tanah
bercampur pohon bambu dan pepohonan
berukuran besar lainnya terhempas dan menghantam tempat kediaman Iwan Landak,
40, dan Wati, 35, yang berada tepat di kaki
tebing.
Selain merusak seluruh bangunan rumah,
longsoran tanah juga menimbun kedua putri
Iwan yakni Neng Puji dan Erna yang tengah
berada di kamar mandi untuk mnegambil air
wudhu.
Hingga pukul 22.00 WIB, warga dibantu aparat
kepolisian dan TNI melakukan upaya pencarian
kedua korban dengan menggali timbunan tanah.
Karena keterbatasan peralatan, Puji dan Erna
belum berhasil ditemukan.
“Sebenarnya rumah pak Iwan sudah dikosongkan sejak hujan turun, karena sudah
terlihat tanda-tanda akan terjadinya longsor.
Tapi entah kenapa, tiba-tiba saja kedua
putrinya kembali ke dalam rumah, informasinya
hendak mengambil wudhu. Saat itulah longsor
terjadi dan menimbunnya,” tutur Ade, seorang warga. (Adiputra/Admin freebumi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar